CIREBON - Matahari perlahan condong ke barat, membiarkan bias jingganya menyapa Desa Sukamaju. Di pelataran balai desa yang sejuk, beberapa tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda tengah berkumpul santai setelah beraktivitas. Tepat pada saat itu, deru pelan motor dinas terdengar, dan muncullah sosok Aipda Imron, anggota Bhabinkamtibmas yang dikenal ramah namun tegas di wilayah itu.
Imron turun dari motornya, menyunggingkan senyum hangat. "Assalamualaikum, Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian. Mohon izin, saya sambang sebentar, sekalian menanyakan kabar lingkungan, " sapanya dengan suara bersahabat.
Kegiatan sambang ini bukan sekadar kunjungan formalitas. Bagi Imron, ini adalah jembatan komunikasi langsung, memastikan denyut keamanan lingkungan dirasakan dan dipahami oleh warganya. Ia duduk di bangku kayu, mengambil posisi membaur.
Setelah berbasa-basi sejenak tentang perkembangan desa, Imron mulai masuk pada inti kunjungannya: Himbauan Kamtibmas. Ia mengubah nada suaranya sedikit, menjadi lebih serius namun tetap persuasif.
"Bapak dan Ibu sekalian, keamanan adalah tanggung jawab bersama. Polisi tidak bisa hadir di setiap pintu rumah, setiap saat. Oleh karena itu, kita harus mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), " ujar Imron, menatap mata para ketua RT yang hadir.

Panji Rahitno